berkecamuk

hidup ku kini terasa sangat berantakan..
terasa setiap masalah tidak pernah teselesaikan..
dan kini, terasa harapan menjadi sirna..

aku terperosok dalam lembah pend
eritaan dan penyesalan.. aku ingin bangkit. namun tak kuat untuk berdiri..

kenapa hidupku terasa semakin sulit, dengan kesedihahan yang amat dalam, aku terpaksa tertawa, terasa seperti Tuhan menertawaiku.. 

kini aku sungguh sendiri, di dalam lembah ini, adakah yang mengerti, bahwa aku sangat butuh pertolongan? 

adakah yang melihat bahwa aku sangat menderita?
adakah yang ingin mengankat ku dari lembah ini..
ak ingin tersenyum lagi.. tapi.. seolah - olah dunia menertawai ku

sungguh dilema,.. aku mulai mengkhianati orang- orang sekelilingku..
sunggu dilema... Tuhan mulai meninggalkan aku di dalam doa..

kini, semua harus ku tanggung.. semua harus aku akhiri dalam lembah penyesalan yang amat dalam,,

hanya dengan tulisan, aku mulai mencurahkan, permainan yang berkecamuk yang telah melukai perasaan dan pikiran ku..

kepada siapa kini aku harus bercerita, ??
aku sudah terperosok begitu dalam.. dalam lembah penyesalan bahkan kematian menjadi pilihan..

apakah salah di akhir penyesalan berdoa pada Tuhan? agar dapat kebaikan?

dan terkadang ketika di akhir sangat butuh pertolongan dan berdoa pada Tuhan, aku tidak menemukan jawaban.. sehingga memaksa pikiran menjadi setan.



0

lock..

keheningan ini memberi banyak ide dan taburan inspirasi, namun tak dapat terucap, hanya tersirat.

suasana hati ini masi bergejolak, atas penantian harapan yang semakin menjadi ambigu.. Ya Allah, jika ini ditakdirkan atas sebuah kekalahan, jangan lah Engkau berikan kekalahan yang begitu terhina..

masi terbayang dan melayang dalam lamunan, betapa jauh nya diri ini atas harapan, hanya berdoa dan berharap pertolongan dari Mu ya Rabb.

"esok akan lebih baik".. pepatah yang terkadang memotivasi, atau menjadi momok yang menakutkan menunggu esok hari.. aku sudah lelah terkadang dalam perjuangan ini.. sungguh perjuangan ini semakin kontras ketika aku menyadari aku berjuang untuk apa? dasar apa? 

perjuangan tanpa ada yang di perjuangankan terasa begitu konyol.. namun ini lah kehidupan, kita harus selalu berjuang ada maupun tak ada alasan... 

hidup ini terlihat menjadi dua sisi..

pemenang atau pecundang..
harapan atau keputus asaan..
terpandang atau terhina..

dan kenapa begitu mudah nya aku berada pada posisi ke dua? posisi yang terhina dalam keputusasaan dan hanya menjadi seorang pecundang??

fakta yang menarik.. semua kini dalam komposisi terbaik..
teman yang dulu terlihat tidak bisa apa- apa malah mulai merangkak maju.. meninggalkan posisi ku saat ini yang tidak melakukan apa-apa.. bahkan untuk menatap matahari saja aku merasakan malu yang amat begitu dalam..



0

keputus asaan

sangat mudah menjadi terhina, dan sangat sulit menjadi berwibawa.. terkadang dalam hidup, banyak yang terlewati, dan tanpa sadar kita terhanyut akan hal yang sia-sia.
hari demi hari, dan bahkan bulan sudah berganti, kamu masih seperti ini? 
sungguh ironis.. hidup begitu pahit untuk di lalui, dan begitu manis di khayalkan. 
mungkin aku lebih memilih hidup di dalam mimpi dan tak terbangun lagi, tanpa beban, dan tanpa merasakan pahitnya kekecewaan.
sudah hampir sebulan ini semua terasa begitu hambar, semua terlalu pahit untuk diceritakan, seperti kebanyakan kisah, tak lengkap rasanya pemeran utama untuk menderita, tapi sampai kapan? ini lah sebuah kehidupan, yang di dalam nya terdapat sebuah harapan dan keputusasaan. 

terkadang hidup terasa begitu tidak adil, sehingga banyak keputusasaan. di dalam keputusasaan ada Tuhan yang memberi harapan? atau semu ? entahlah.. karena terkadang mengingat Tuhan hanya ketika membutuhkan saja..

menyalahi Tuhan tidak adil begitu mudahnya. sampai- sampai terkadang membuat tandingan nya, sampai terkadang lupa betapa nikmat nya bersyukur.

begitu kwatir akan kehidupan, sehingga lupa akan kematian.. atau lebih memilih kematian daripada kehidupan yang begitu menyakitkan?

msalah terus menerus saja terjadi, seolah tiada hentinya, tanpa berhenti dan terus menerus 

bosan dengan kehidupan ini rasanya ingin mengakhiri saja, apakah berdoa kepada Tuhan?? di dalam keputusasaaan

"ya allah jika kehidupan ku hanya menjadi parasit dan menyusahkan orang lain aku memilih untuk mati saja, aku bingung cara mengobrol dengan mu, bahkan terkadang aku berpikir, Engkau mencampakkan aku, tidak melihat ku disini begitu butuh pertolongan mu, walau mungkin jalan nya ,tidak sesuai dengan yang Engkau inginkan.. keluarkan lah aku dari lembah dosa dan dusta ini, dengan kemenangan doa ku padamu ya allah.. walau agak sedikit klise.. "

"jangan lah Engkau menjadikan ku benar benar sampah"
0

Takdir || Proses || Ya Allah maafkan aku

aku tidak dapat menghentikan hujan turun dari langit, aku tidak dapat membendung air yan gmengalir ke bawah..

begitu pun..

terkadang amarah menguasai diri sehingga lupa akan kekuatan Rabb, seolah aku mampu hidup tanpa diriNya, ketika aku sadar.. apakah telah terlambat untuk kembali padaNya?
sungguh menjadi manusia begitu egois, mementingkan keinginan diatas segala doa dan harapan, beberapa kali Allah mencoba menunjukkan Kebesaran nya tapi seolah aku tidak melihat nya.. 

Ya Allah... betapa aku terlihat munafik di mata Mu, betapa aku terhina nya di depan Mu, aku sering meminta apa yang aku inginkan dan lupa apa yang Engkau minta, ..

terkadang dengan iman yang sedikit aku sudah merasa bahwa aku adalah orang yang beriman, dengan yang amal sedikit aku sudah merasa golongan surga..

apakah pantas???

lihat kembali dirimu, siapa dirimu? sehingga meminta lebih.. sehingga berani mencoba untuk membuat tandingan sang Pencipta.. lihat dirimu lebih jauh.. kamu begitu terhina, atau putus asa??? kamu tidak lebih dari manusia yang hina.. yang berlumur dosa, dan tak pantas untuk di syurga.. tapi apakah aku manpu untuk hidup di neraka??

satu jalan..

Berdoa..
dan Semoga Allah Membantu..

Ya allah.. berilah hamba kesempatan untuk memperbaiki diri, berilah kesempatan untuk memulai kehidupan yang Engkau ridhoi.. Ya Allah.. berilah jalan keluar yang tanpa menjadi masalah baru di masa yang akan datang.. jauhkan lah hamba dari segala cobaan yang menjauhkan hamba yang hina ini dengan Mu Ya Allah..


Ya Allah.. Tuhan seluruh alam, kepadaMu lah kami berlindung dan meminta pertolongan..

amiin ya rabb..


0

senja

langit, kini menyapaku dengan rintik hujan yang datang sejak pagi, menemaniku berpeluh kesah dalam sebuah cerita ..

cerita yang tak akan pernah ada ujung nya dalam sebuah situasi,, situasi yang membuat aku terperangkap, ya.. terperangkap dalam lamunan tentangmu..

kini.. senja di sore hari, ditemani dengan secangkir kopi, kuberani kan menulis surat isi hati ini, berharap tulisan ini menjadi arti.. yang bisa kamu pahami....






0

Titik Nol - Angin


Angin, aku yakin engkau tahu atas semua isi hatiku dan aku tahu bahwa engkaulah yang selalu setia menemaniku dalam sunyi dan sepi, setiap saat aku hanya bisa mencurahkan seluruh isi hatiku kepadamu tanpa ada sedikitpun rahasia bahkan terlalu dekat hatiku padamu, meski demikian engkau tidak pernah bosan untuk mendengarkan keluh kesahku, engkau selalu memberi kesejukan, kehidupan bahkan semangat kepadaku dan memberiku kekuatan serta keyakinan.

Jika aku bisa berbicara denganmu tentu begitu banyak hal yang akan engkau ceritakan padaku dan memberiku jawaban atas semua resah dan gelisah yang selalu menyelimuti gelap dan terangku meski aku tahu bahwa aku harus kuat atas semua kabar atau cerita yang akan engkau sampaikan kepadaku. Bisikanmu dikala senja itu membuatku bahagia, sangat bahagia. bisikan itu membawaku jauh mengitari jagat raya yang sangat indah sehingga aku sendiri takut, aku sangat takut akan sakit yang aku rasa ketika aku harus terjatuh dari luasnya jagat raya yang begitu penuh dengan keindahan dan semua itu akan terasa sakit, menyiksa hati dan jiwaku.

Meski demikian aku tidak akan pernah putus asa dalam hal ini, aku akan selalu berusaha dalam mencapai garis kehidupan dan aku yakin dengan semua yang aku lakukan, usaha dan harapan. Keyakinan itu yang membuatku kuat akan cobaan dalam penantian ini, karena sedikitpun tidak akan pernah Tuhan membiarkan hamba-Nya terbaring menderita setelah hamba-Nya bersusah payah dalam mencapai impian, harapan dan tujuannya, karena Tuhan Maha adil lagi Maha bijaksana.

Dan kini aku hanya bisa menguntaikan seluruh isi hatiku melalui tinta yang kutaburkan di atas dokumen putih ini, aku hanya bisa seperti ini sebatas bercerita berbagi tawa dan gelisah hanya denganmu dan kutitipkan salam, salamku teruntuk kekasih hatiku, kemudian aku tambah memori ingatanku melalui goresan pena yang sedikit kurus dan aku sadari kalau semua ini hanya akan membuatku gila, yang mana aku tidak dapat berfikir lagi hingga detik ini bahkan terdetak dalam benakku satu Tanya, “ mengapa semua ini aku lakukan sedangkan aku sadar dan aku tahu kalau hal ini bisa membuatku perih, lusuh bahkan jatuh tak berdaya “.

bersambung..
0

secangkir kopi..

sekian lama, aku bersembunyi.. sekian lama aku berlari.. kini aku kembali..

menghadapi tantangan yang dulu aku takuti..

klise rasanya, ketika memulai kembali, sesuatu yang dulu pernah terjadi, aku.. dan bayangan ku. masi merasakan betapa sulitnya memulai langkah ini.. langkah yang dulu pernah aku jejaki.. langkah yang dulu pernah aku lalui.. dan aku berhenti..

kini aku kembali, entah ini nama nya terlahir kembali, atau bangkit dari kematian suri.. yang pasti aku mencoba memulai lagi.. langkah yang pernah aku jalani..

aku mulai menggambarkan sosok mu dalam sebuah cerita yang mungkin saja, peran kamu sudah berganti dengan yang lain yang mengisi hati.. namun kamu yang pernah mengisi hati.. sosok mu akan selalu ada dalam memori, memori yang tidak akan pernah terinfeksi.

kamu.. yang saat ini tiba - tiba mengisi hati, kamu yang saat ini terbayang dalam ilusi.. cobalah untuk mengerti betapa hati ini ingin terpatri.. 

secangkir kopi, kini menemani ku dalam kesunyian ini,
secangkir kopi, kini membuat sebuah arti..
secangkir kopi, kini menjadi kan sesuati begitu berarti..

dengan secangkir kopi di pagi hari, bahkan tanpa terasa hari beranjak pagi lagi.. menemaniku, menuliskan kisah klasik... 

 
0

copyright © . all rights reserved. designed by XCisite