Coba rasakan dan jawab dengan jujur ketika seseorang mengkritik anda,
apalagi dengan kemasan menyalah-nyalahkan yg diberi label mengkritik
(jawabnya yg jujur yah) apa rasanya?
Dan apalagi orang2 yg mengkritik, anda tau persis mereka tak lebih baik dari anda, apa yg kira2 anda rasakan (sekali lg jawabnya yg jujur yah)! Apakah anda mau "mengerjakan saran yg mereka sebut kritik itu?"
Mengkritik itu mudah bahkan sangat mudah, namun MEMPERBAIKI itu sangat sulit, kritik lbh sering MENYAKITI daripada MEMPERBAIKI. Ada banyak cara memperbaiki orang lain namun yg pasti bukan dengan kritik apalagi yg dibumbui dg niat menonjolkan (gua lbh tau, aku lebih baik, saya lebih bermoral) dijamin kritik anda tak berguna. KRITIK sering kali merupakan ego yg dikemas dari sebuah perasaan lebih dan disampaikan melalui khalayak namun ditujukan untuk seseorang. Jika niatnya untuk memperbaiki akan jauh lebih bijaksana anda menyampaikannya secara pribadi baik langsung, melalui email SMS telp atau komunikasi langsung.
MEMPERBAIKI baru akan efektif jika memiliki tiga unsur.
- Memiliki niatan yg tulus dan didasari rasa sayang (bukan persaingan apalagi permusuhan)
- Memiliki tujuan yg tulus untuk memperbaiki (bukan menunjukkan kekurangan orang yg dikritik, apalagi menonjolkan ego saya lebih...)
- Pastikan pada bidang yang dikritik anda mmg benar2 lebih baik.
Indah jika dengan landasan kasih sayang kita semua bisa saling memperbaiki dan melakukan amar ma'ruf nahi munkar.
#qoute "Master of Mindset"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar