dalam hening fikiranku masih disibukkan oleh bayanganmu,
fikiranku masih mengenang tawamu,
aku duduk sambil tersenyum,
merasakan keadaan yang membelit jiwa,
lamunanlah yang berlaku untuk diriku,
diam dalam keheningan sambil menulis dalam buta,
kata yang terlahir dari dalam jiwa,
kata yang tercipta dari rasa dan cinta,
kata-kata lah yang membangunkanku disaat terpuruk,
kata-kata lah yang mampu memberikanku canda tawa,
jika seseorang
namun aku pun mengetahuinya bahwa semua itu tidaklah lama,
menulis adalah harapanku,
hanya dengan menulis aku dapat berbagi kehidupan,
meski bukan dengan seseorang yang dekat di sisi,
namun aku yakin bahwa semua tulisanku akan setia menemani,
mereka makhluk juga,
namun dzatnya yang berbeda,
aku berbicara kepada bait yang ku tata,
mereka membalas jawab dengan akhir tanda baca,
sebagian manusia tahu bahwa makhluk hiduplah yang dapat berbicara,
namun bagiku tidak,
semua yang diciptakan tuhan memiliki hak untuk berbicara,
memiliki hak untuk berkarya,memberikan nada,canda dan tawa,
kita tidak bisa mendapatkannya,
namun kita bisa merasakannya,
bukan dengan logika,
atau mata yang membutuhkan daya,
pandanglah dan rasakanlah,
mereka berbicara dalam jiwa bebas kita,
tabir yang kini tertutup perlahan terbuka,
menghantarkanku ke dalam lembah romantika,
aku ada bukanlah untuk berbahagia,
namun untuk berbagi canda dan tawa,
kasih sayang yang tercurah,
bukan segalanya,
tidak ada syarat dalam cinta,
tidak ada alasan untuk kata sayang,
aku bisu saat kamu datang dengan kata itu,
aku buta saat kamu datang dengan tanya itu,
tapi aku tidak tuli untuk dapat memberikan kasih sayang dan kebahagiaan,
dalam dirimu,
dalam jiwamu,
jauh dalam dekapanmu,
inilah kuasaku,
hanya bisa berbagi dengan catatan,
tidak dengan dirimu,
meski ingin rasanya kata-kata ini terdengar hanya dengan empat lubang telinga,
satu rasa,satu nada,satu senyuman indah,
namun aku tahu,
bahwa tidak ada paksaan dalam cinta,
aku hatiku,
kamu hatimu,
kita memiliki hati yang berbeda,
kesempatan, rasa dan kasih sayang yang juga berbeda,
maafkan aku, untuk segalanya...
memberikannya mungkin itu sangat bahagia,fikiranku masih mengenang tawamu,
aku duduk sambil tersenyum,
merasakan keadaan yang membelit jiwa,
lamunanlah yang berlaku untuk diriku,
diam dalam keheningan sambil menulis dalam buta,
kata yang terlahir dari dalam jiwa,
kata yang tercipta dari rasa dan cinta,
kata-kata lah yang membangunkanku disaat terpuruk,
kata-kata lah yang mampu memberikanku canda tawa,
jika seseorang
namun aku pun mengetahuinya bahwa semua itu tidaklah lama,
menulis adalah harapanku,
hanya dengan menulis aku dapat berbagi kehidupan,
meski bukan dengan seseorang yang dekat di sisi,
namun aku yakin bahwa semua tulisanku akan setia menemani,
mereka makhluk juga,
namun dzatnya yang berbeda,
aku berbicara kepada bait yang ku tata,
mereka membalas jawab dengan akhir tanda baca,
sebagian manusia tahu bahwa makhluk hiduplah yang dapat berbicara,
namun bagiku tidak,
semua yang diciptakan tuhan memiliki hak untuk berbicara,
memiliki hak untuk berkarya,memberikan nada,canda dan tawa,
kita tidak bisa mendapatkannya,
namun kita bisa merasakannya,
bukan dengan logika,
atau mata yang membutuhkan daya,
pandanglah dan rasakanlah,
mereka berbicara dalam jiwa bebas kita,
tabir yang kini tertutup perlahan terbuka,
menghantarkanku ke dalam lembah romantika,
aku ada bukanlah untuk berbahagia,
namun untuk berbagi canda dan tawa,
kasih sayang yang tercurah,
bukan segalanya,
tidak ada syarat dalam cinta,
tidak ada alasan untuk kata sayang,
aku bisu saat kamu datang dengan kata itu,
aku buta saat kamu datang dengan tanya itu,
tapi aku tidak tuli untuk dapat memberikan kasih sayang dan kebahagiaan,
dalam dirimu,
dalam jiwamu,
jauh dalam dekapanmu,
inilah kuasaku,
hanya bisa berbagi dengan catatan,
tidak dengan dirimu,
meski ingin rasanya kata-kata ini terdengar hanya dengan empat lubang telinga,
satu rasa,satu nada,satu senyuman indah,
namun aku tahu,
bahwa tidak ada paksaan dalam cinta,
aku hatiku,
kamu hatimu,
kita memiliki hati yang berbeda,
kesempatan, rasa dan kasih sayang yang juga berbeda,
maafkan aku, untuk segalanya...
*hanya maaf yang dapat kusampaikan,
tolong jangan tanya lagi,..
jika semua ini akan menghilang
Tuhan Maha tahu di mana dan ke mana semua kan berlabuh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar